Untukmu yang berani-beraninya menghina Al-Qur’an

0
12
views

Mediagaul.net/Hitspedia – Allah Ta’ala, Rasulullah, dan agama Islam adalah tiga hal yang saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. Ketiganya wajib diagungkan oleh seorang muslim. Penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada salah satunya berarti penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada dua perkara lainnya. Seorang muslim tentunya akan mengikuti tuntunan Al-Qur’an, as-Sunnah dan kesepakatan ulama dalam menyikapi tindakan dan orang yang melakukan penghinaan terhadap tiga hal di atas.
Al-Qur’an Berbicara Tentang Para Penghina 
Ayat-ayat Al-Qur’an secara tegas telah menerangkan bahwa orang yang menghina, melecehkan dan mencaci maki agama Islam adalah orang yang murtad jika sebelumnya ia adalah seorang muslim. Kekafiran orang tersebut adalah kekafiran yang berat, bahkan lebih berat dari kekafiran orang kafir asli seperti Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik.
Adapun jika sejak awal ia adalah orang kafir asli, maka tindakan menghina, melecehkan dan mencaci maki tersebut telah menempatkan dirinya sebagai gembong kekafiran dan pemimpin orang kafir. Di antara dalil dari Al-Qur’an yang menegaskan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,
وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
“Jika mereka merusak sumpah (perjanjian damai)nya sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (QS. At-Taubah: 12).
Source : https://www.kiblat.net/2016/10/10/pelecehan-ahok-dalam-perspektif-mufassirin/2/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here