Jarang Ibadah dan Meminta Pada Allah Tapi Rejekinya Banyak. Kok Bisa ?

0
5
views

Mediagaul.net/Hitspedia – Tak bisa dipungkiri, banyak orang menjadi khawatir, takut, semrawut, ruwet, sedih poll jika memikirkan tentang pendapatannya dimasa yang akan datang. Bayang-bayang ini seakan menjadi momok bagi banyak remaja yang handak menuju fase dewasa. Misalnya seperti seorang mahasiswa yang sedang kuliah, dia sudah berusaha dan senantiasa berdoa kepada Allah agar kelak setelah lulus nanti bisa mendapatkan pekerjaan yang bergaji tinggi. Tapi ternyata setelah lulus dia merasa biaya kuliah yang sudah dikeluarkan tak sebanding dengan gajinya. 

Disisi lain ada teman yang juga seangkatan dengannya, setelah lulus dia malah mendapatkan gaji yang tinggi dan bahkan melebihinya padahal dia dikenal sebagai orang yang lalai dalam beribadah dan tidak taat kepada Allah. Kenapa bisa demikian ?

Wahai sahabat gaul sesungguhnya rejeki kita itu sudah ditetapkan dan itu tidak akan tertukar apa yang kita miliki maka itulah yang terbaik bagi kita. Untuk masalah cerita diatas, itu adalah istidraj yang diberikan kepada Allah. Apa itu istidraj ?

Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah. Bisa jadi ada yang mendapatkan limpahan rezeki namun ia adalah orang yang gemar maksiat. 


Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
.
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145)
.
Allah Ta’ala berfirman,
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)
.
Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan, “Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.” 


-Never Give Up Bro-

Berita sebelumyaAleppo Membara حلب_تحترق
Berita berikutnyaUngkapan Syai’r Duka Aleppo
Admin Gaul adalah admin yang berusaha tetap gaul dengan arti bergaul berdasarkan tatanan hidup Islami, bukan mengusung paham pergaulan bebas.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here