Lagi ! Oknum Aparat Penegak Hukum Main Culik Sendiri

0
3
views

Mediagaul.net/Hitspedia – Belum selesai kasus penangkapan tanpa surat keterangan yang memakan korban seorang imam masjid di klaten, kini oknum penegak hukum kembali berulah lagi. Kali ini, percobaan penangkapan itu menimpa Aisandi alias Icang (28 tahun) seorang warga Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Dari Kiblat.net, Icang menuturkan kisahnya. Kejadian bermula pada Kamis, (07/04) sekitar pukul 18.00 WITA. Menjelang panggilan azan Magrib, Icang tengah duduk di depan rumahnya. Tak berapa lama, datanglah rombongan mobil yang diiringi tiga sepeda motor. Berhenti di depan rumah Icang, mereka mengaku berasal dari Polres Palu.
“Saya kira mau tanya alamat, ternyata dia tanya nama saya. Saya bilang, iya saya sendiri. Ada apa pak? Saat saya tanya mereka tidak menjawab,” ujar Icang kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Sabtu, (09/04).
Merasa tak punya masalah dengan hukum, Icang pun berkata: “Tunggu dulu, pak! Saya lapor Pak RT kalau memang ini penangkapan. Bapak masuk dalam rumah saya panggil Pak RT.”
Tapi, bukannya menjawab permintaan Icang, salah satu di antara mereka malah mengunci leher Icang. Icang pun berteriak meminta pertolongan, tapi kemudian lehernya malah dipukul dengan gagang pistol.
Menurut Icang, rombongan itu terdiri dari sejumlah orang-orang berbadan besar dan berambut gondrong. Di antara mereka ada yang memakai penutup wajah. Salah satunya ada yang bertanya pada Icang, “Kenapa panggil RT?”
Icang pun menjawab, “Ya, namanya kalau ada masalah, ya wajib lapor RT, pak!” Sempat terjadi adu mulut antara Icang dengan mereka. Kemudian, seorang teman Icang yang juga warga Desa Tinggede lewat depan rumah Icang dan hendak membantu dirinya, tapi sang teman langsung ditodong dengan pistol.
“Karena takut, teman itu langsung pergi. Saat itu dibenak saya mau melawan, tapi mereka terus mencekik dan mengunci leher saya,” sambung Icang.
Saat itu, ayah kandung Icang yang berada di dalam rumah juga gemetar ketakutan. Sang ayah juga menanyakan apa maksud kedatangan mereka tapi tidak dihiraukan. Di dalam rumah juga ada anak dan istri Icang, tapi mereka semua tak bisa berbuat banyak.
Setelah itu, Icang diseret masuk ke dalam rumah, terus mereka menanyakan di mana letak kamar Icang. Setelah itu mereka langsung masuk ke kamar padahal istri Icang tengah berada di dalam kamar. “Istri saya sampai syok,” kata Icang. Saat mereka mengeledah rumah, semua isi lemari di kamar dibongkar. Saat itu pula, ternyata banyak tetangga sudah berkumpul di depan rumah. Setelah warga mulai banyak berdatangan, rombongan yang diduga aparat itu kelihatan panik, mereka pun buang tembakan.
“Saya melepaskan diri dan lari. Mereka juga berlarian, posisi mobil mereka saat itu sudah standby mau lari. Yang di dalam rumah saat itu 4 orang. Sementara lainnya di dalam mobil dan di motor. Saat mereka lari, itu tertinggal satu motor dan dibakar warga yang marah,” lanjut dia.
Motor yang dibawa rombongan aparat, dibakar warga yang marah.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Polres Palu untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Selain itu, Icang juga menanyakan surat penangkapan yang tidak pernah diberikan sejak awal kedatangan rombongan yang diduga berasal Tim Buser.
“Seharusnya kalau ada penangkapan dan jika saya memang bersalah paling tidak ada kepala desa atau ketua RT dan ada surat penangkapan. Selain itu saya juga tidak buat kesalahan apa-apa, teman-teman di sini juga heran. Ini seperti penjahat melakukan penculikan,” pungkas Icang.
Source : Kiblat.net
Editor : Rajaf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here