Niat Itu Gimana Sih ?

0
3
views

Mediagaul.net/Pencerah – Niat, sebenarnya niat itu apasih ?. Niat itu merupakan keinginan/tujuan kita untuk melakukan seuatu, baik itu segala aktivitas kita sehari-hari serta ibadah-ibadah kita. Oleh karena itu rukun yang pertama yang wajib kita lakukan dalam melakukan segala amal kita adalah niat yang benar. Tanpa niat segala amalan kita akan sia-sia saja, seperti contohnya jika kita berpuasa tapi tanpa niat maka yang kita dapatkan hanya rasa lapar saja tanpa mendapat pahala.
“Siapa yang tidak berniat puasa dari malam hari maka tidak ada puasa baginya.” [Bukhari-Muslim]
Lalu bagaimana cara kita berniat dengan benar saat kita mau beramal ?. Mungkin masih ada yang bilang kalau setiap mau beramal itu niatnya harus diucapkan, contohnya seperti sholat subuh : “ushollii  fardhosh shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala.” artinya “Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”. Padahal ucapan lafaldz niat tersebut tidak ada dalilnya. 
Lalu bagaimana cara kita melakukan niat saat mau beramal ?
Dari Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkhotbah di atas mimbar, “Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya, amal itu hanya dinilai berdasarkan niatnya, dan sesungguhnya pahala yang diperoleh seseorang sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang niat hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya maka dia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya dengan niat mendapatkan dunia atau wanita yang ingin dinikahi maka dia hanya mendapatkan hal yang dia inginkan.’” (HR. Al-Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)
Niat merupakan amal yang letaknya di hati. Seseorang yang berniat pada tempat selain hati, belum dikatakan telah berniat. Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Niat dalam bersuci, baik wudu, mandi, tayamum, salat, puasa, zakat, kafarah, dan ibadah lainnya tidak perlu dilafalkan dengan lisan, berdasarkan kesepakatan ulama, karena niat bertempat di hati, dengan kesepakatan ulama. Andaikan seseorang melafalkan niatnya namun itu tidak sesuai dengan sesuatu yang ada di hatinya maka yang dinilai adalah niat di dalam hatinya, bukan perkataan yang dia ucapkan.” (Ibnu Taimiyah, Al-Fatawa Al-Kubra, 1:213)

(Vz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here