Dibolehkannya Donor Darah (Part III)

0
4
views
Mediagaul.net/Pencerah – Dalam pembahasan yang telah lalu donor darah itu dibolehkan saat kita mau membantu orang lain yang sedang sakit dan membutuhkan cadangan darah serta pendonor dan yang membutuhkan darah tidak mendapatkan mudharat dari proses transfusi darah. Selanjutnya kita akan membahas kasus yang ke 3 yaitu “Instruksi siapakah yang dipegang dalam pendonoran darah itu?”
Instruksi yang dipegang dalam pendonoran darah itu adalah instruksi seorang dokter muslim. Jika tidak ada, maka kelihatannya tidak ada larangan mengikuti instruksi dokter non muslim, baik dokter itu Yahudi, Nasrani ataupun selainnya. Dengan catatan ia adalah seorang yang ahli dalam bidang kedokteran dan dipercaya banyak orang. Dasarnya adalah sebuah riwayat dalam kitab Ash-Shahih bahwasanya Rasulullah menyewa seorang lelaki dari Bani Ad-Diel sebagai khirrit sementara ia masih memeluk agama kaum kafir Quraisy. Khirrit adalah penunjuk jalan (guide) yang mahir dan mengenal medan. (H.R Al-Bukhari No:2104) Silakan lihat fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrahim.

Dikutip dari (https://islamqa.info/id/2320), Lembaga tertinggi Majelis Ulama juga mengeluarkan fatwa berkenaan dengan masalah ini sebagai berikut:  
Pertama: Boleh hukumnya mendonorkan darah selama tidak melenceng dari niatnya dan tidak membahayakan jiwanya dalam kondisi yang memang dibutuhkan untuk menolong kaum muslimin yang benar-benar membutuhkannya.  
Kedua: Boleh hukumnya mendirikan Bank donor darah Islami untuk menerima orang-orang yang bersedia mendonorkan darahnya guna menolong kaum muslimin yang membutuhkannya. Dan hendaknya bank tersebut tidak menerima imbalan harta dari si sakit ataupun ahli waris dan walinya sebagai ganti darah yang di donorkan. Dan tidak dibolehkan menjadikan hal itu sebagai lahan bisnis untuk mencari keuntungan, karena hal itu berkaitan dengan kemaslahatan umum kaum muslimin.
والله أعلمُ بالـصـواب
(Vz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here