Dibolehkannya Donor Darah (Part II)

0
3
views

Mediagaul.net/Pencerah – Dalam pembahasan sebelumnya donor darah itu dibolehkan saat kita mau membantu orang lain yang sedang sakit dan membutuhkan cadangan darah. Dengan mendonorkan darah kita, hal tersebut berarti telah membantu seseorang itu untuk kembali sembuh dan sehat sehingga dapat beraktivitas seperti biasa. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kasus ke 2 yaitu “Siapakah orang yang mendonorkan darahnya itu? “

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 لا ضرر ولا ضرار   

“Tidak boleh memudharati diri sendiri dan memudharati orang lain.” (HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)  

Berkata Syeikh Al-Utsaimin: 

 فالتبرع بالدم إذا كان لا يضر الإنسان ما به بأس؛ لأن الدم يعوض سريعاً بخلاف التبرع بالأعضاء، فالأعضاء لو تبرعت بها ما عوضت مرة ثانية  

“Donor darah kalau tidak membawa mudharat maka tidak mengapa, karena darah itu cepat diganti, beda dengan anggota badan karena dia tidak ada gantinya.” (Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb)

Jadi dibolehkannya untuk mendonorkan darah adalah jika kita sebagai pendonor maka kita tidak boleh mendapatkan mudharat setelah kita mendonorkan darah. Sebaliknya, darah yang sudah kita donorkan tidak boleh malah menjadi kemudharatan bagi orang lain. Oleh karenanya saat akan melakukan donor darah sudah ada persyaratan yang wajib untuk dipenuhi.

Bersambung

(Vz)

Berita sebelumyaDibolehkannya Donor Darah (Part I)
Berita berikutnyaDibolehkannya Donor Darah (Part III)
Admin Gaul adalah admin yang berusaha tetap gaul dengan arti bergaul berdasarkan tatanan hidup Islami, bukan mengusung paham pergaulan bebas.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here