Baju Muslimah Itu Baiknya Sampai Nutup Telapak Kaki Bukan Kayak Celana Pensil

0
4
views


Mediagaul.net/Fashion – Gara-gara beberapa oknum yang kurang mendalami perihal dalil, akhirnya hadits-hadits seputar pakaian muslimah pun dipelintir. Bahkan Quroish Shihab berani ngomong di televisi Metro Tv (Stasiun televisi yang terkenal anti-Islam) bahwa jilbab itu gak wajib. Dia juga ngomong, pakaian formal itu sudah cukup dibilang jilbab. Padahal dalam silsilah agama Islam, jilbab itu permisalan yang paling mendekati definisi yang benar adalah kayak mukena. Mukena itu nutup dari ujung kepala sampai ujung kaki dan gak ada satu pun bagian tubuh yang keliatan. Ini namanya penyesatan umat kalau sampai dibilang jilbab gak wajib.
Dalam hadits di bawah ini juga dijelasin kalo pakaian muslimah itu hendaknya nutup sampai bahkan tapak kakinya. Betapa Allah dan Rosulullah peduli dengan kehormatan para muslimah hingga seluruh bagian tubuhnya harus dijaga. 
Dari Ibnu ‘Umar.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ فَكَيْفَ يَصْنَعْنَ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ قَالَ « يُرْخِينَ شِبْرًا ». فَقَالَتْ إِذًا تَنْكَشِفَ أَقْدَامُهُنَّ. قَالَ فَيُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لاَ يَزِدْنَ عَلَيْهِ
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjulurkan pakaiannya (di bawah mata kaki) karena sombong, maka Allah pasti tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.” Ummu Salamah lantas berkata, “Lalu bagaimana para wanita menyikapi ujung pakaiannya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hendaklah mereka menjulurkannya sejengkal.” Ummu Salamah berkata lagi, “Kalau begitu, tapak kakinya masih tersingkap.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Turunkan satu hasta, jangan lebih dari itu.“(HR. Tirmidzi no. 1731 dan An Nasai no. 5338. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Lihat Al Majmu’, 3: 124.
Fenomena yang bikin miris itu, banyak muslimah yang lebih suka pakai celana seksi. Pahanya nyetak dan bahkan onderdil belakangnya jadi santapan para lelaki secara gratis. Maka merebaknya pelecehan seksual di bis, angkutan umum lain dan tempat-tempat umum boleh jadi bukan salah si lelaki. Mereka hanya mengambil kesempatan yang dikasih sama si cewek. Batinnya, “Lah wong disuguhi makanan gratis ya mubadzir kalo gak disantap”.
Dari penjelasan hadits di atas, muslimah gak kena hukum masalah isbal kayak lelaki. Kaidahnya berbeda antara isbalnya para lelaki dengan kaidah pakaian untuk muslimah. Jika lelaki dilarang menjulurkan pakaian hingga di bawah mata kaki, sedangkan muslimah justru hendaknya sampai nutupin seluruh kakinya.
Oleh karena itu, gunakanlah baju yang diajarin sama agama. Jilbab kecil, celana ketat, baju ketat itu gak mencerminkan seorang muslimah yang jaga aurat. Malah jadinya berjilbab seksi karena atasnya jilbab kecil trus bawahnya celana ketat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here